Total Tayangan Halaman

Minggu, 04 November 2012

Sebuah Puisi: Pagi Buta di Dermaga Tahuna


Pagi Buta di Dermaga Tahuna

[Iswan Sual]

Pagi buta larilari
Bawa map biru ka dermaga
Nafas amper abis
Kapal ternyata blum ada
                Matahari masi basambunyi
                Di blakang awan
                Bibir pante mulai rame
                Buru bagasi siap angka ini itu
Wawu bilang so dekat kata
Dapa lia so di tanjung
Sangiang so senyumsenyum
Deri jao bafloit kras
                Oh pe gaga ni dermaga
                Kita saksi ngana ada
                Oh pe gaga ni Tahuna
                Enter kampung amper ta lupa
Dudu kita lia Sangiang mulai ulang bagra
Bawa barang bawa orang ka Marore
Ikangikang kacili teto dinding dermaga
Bermeng di tenga karang dorang rame
                Nda dapa rasa di sini smo tiga jam
                Langit abuabu udara laolao
                Bagitu jo trus sampe sore tre
                So lama lei kita nda totofore

Tahuna, 3 November 2012

Satu Puisi: Capat Jo

Capat Jo

[Oleh Iswan Sual]

bakurebe capat dalang kas
panas walaupun wayer baputar nda brenti
baku dusu deng tempo
di dompet cuma sadia lima ribu

mo jemput malang yang sadiki le kamari
ta nda tau kalu eso baku iko le datang
mar ta tau ni malang nda cuma sampe disini
mo punung deng bintang serta abis ujang

capat jo!
marijo baku iko
karna sadiki le ni tempo lewat
sapa yang sanggup lawang

Tahuna, 4 November 2012



Kamis, 01 November 2012

Sebuah Syair Persaudaraan: Sedarah


Sedarah

bila mesti berseteru,
biarkanlah aku yang terbunuh
namun, biarlah itu jauh
hingga tak pernah muncul

aku tak mau
bila tak ada rukun
lebih baik menghuni di kubur
atau lemparkan saja aku di sumur

sebab kita sedarah
beda itu biasa
dan itu justru anugerah
maka baiklah kita saling paham

sebab kita keluarga
harusnya terikat rapat
ini hari hingga esok
walau bumi tak lagi elok

Tahuna, 2 November 2012

Sebuah Cerpen: Ingin Kaya


INGIN KAYA
Oleh Iswan Sual, S.S

Herman baru saja pulang dari sekolah. Dengan langkah cepat dia berlari mencari ayahnya di sawah. Kini ayahnya adalah lelaki tua yang kesepian menjalani hari-hari sembari mengenang masa silam. Dulu, dia adalah abdi negara. Banyak orang desa menjadi tahu membaca dan menulis karena upaya dan kerja kerasnya. Meskipun begitu, profesinya tak pernah menjadi prioritas dalam perhatian pemerintah.
Dia juga ingin anak-anaknya mengenyam pendidikan sehingga nasib boleh berubah. Tapi, harapan tinggal harapan. Semua anaknya tak ingin sekolah tinggi. Mereka enggan keluar desa karena tak ingin dicemooh oleh orang-orang kota. Orang-orang di desa tetangga pun sering bilang, “Kita tunggu babi panjat kelapa dulu, baru desa kalian menjadi maju.” Begitu membekasnya pernyataan penghinaan itu sehingga anak-anaknyapun sangat rendah diri. Tapi, Herman adalah kekecualian. Dia satu-satunya yang ingin melanjutkan sekolah ke jenjang paling tinggi. Sewaktu dia memberitahu ayahnya bahwa cita-citanya adalah menjadi seorang dokter, ayahya sangat bangga. Sekaligus menyebabkan pria tua harus menyapu dada. Maklum, menjadi dokter adalah cita-cita yang hampir mustahil untuk diwujudkan oleh mereka yang tergolong miskin.
          Demi cita-cita, setamat SD, Herman harus berpisah dari orangtua dan saudara-saudarinya. Saudaranya ikut membantu ayah mereka bekerja untuk menopangnya yang kini menuntut ilmu di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Demi membeli buku dan mengikuti praktikum-pratikum dia menghemat dengan luar biasa. Kadang-kadang dia hanya makan sekali dalam sehari. Tambah lagi pungutan fakultas itu banyak. Pungutan yang dikemas seolah-olah untuk pembangunan padahal, untuk membuat buncit perut para dosen dan stafnya.
          Semakin bertambah semester semakin bertambah pula biaya yang dibutuhkan. Pekerjaan sampingan berusaha dicarinya agar beban orang tua dan saudaranya sedikit meringan. Hingga pada suatu saat dia bertemu dengan seorang gadis desa. Gadis yang dia temui sewaktu dia menjenguk kakeknya di sebuah desa terpencil di Tondano. Gadis centil itu begitu memikat. Sayangnya, gadis itu tak memenuhi kriteria ideal Herman. Cantik, berpendidikan, baik hati adalah ciri yang secara matang telah ditetapkannya menjadi syarat orang yang nantinya menjadi pendamping hidupnya. Pertemuan demi pertemuan kian menciptkan kedekatan bagi kedua insan itu. Gadis centil bunga desa itu tergila-gila pada Herman. Perasaan yang tak tertahankan dirasa harus diungkapkan. Grice meminta bantuan sepupu laki-lakinya untuk menyampaikan maksudnya. Usaha  sepupunyapun berhasil. Herman pun tak banyak cincong. “Apa salahnya dicoba. Toh, belum tentu hubungan ini akan sampai pada pernikahan,” bisiknya pada dirinnya sambil tersenyum kecil. Tantangan terucap. Tantangan telah diterima.
          “Apa keinginanmu Herman? Mengapa kamu menyiksa dirimu bergumul dengan buku-buku tebal selama beberapa tahun?” tanya Grice pada suatu senja ketika mereka duduk di teras rumahnya.
Pertanyaan itu dirasa cukup dalam. Pertanyaan yang seharusnya dijawabnya sebelum masuk fakultas termahal itu. Ternyata Grice bukanlah gadis dengan tingkatan kecerdasan yang dangkal. Ternyata dia sudah salah menilai Grice selama ini.
          “Aku ingin mengubah nasib,” jawab Herman singkat.
Kalimat singkat adalah upayanya paling cerdas. Tak ingin dia dianggap macam-macam oleh Grice. Dia tahu persis bahwa banyak bicara akan membuat banyak rahasia terungkap.
          “Nikahi saja aku kalau kamu ingin perubahan nasib. Aku yakin anak-anak kita akan hidup nyaman tentram nanti. Tak lama lagi kamu akan jadi dokter. Aku akan melahirkan anak-anak yang sehat dan kuat. Dan mereka tidak akan mendapat masalah dengan biaya pendidikan mereka,” kata Grice dengan lugas.
          Herman tercengang  dan tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar. Grice sudah lama tahu bahwa Herman ingin menjadi orang kaya sehingga bisa membantu keluarga di desa yang hampir melarat. Dia tahu bahwa tujuan Herman menjadi dokter tidaklah seperti  tujuan kebanyakan orang, yakni memberikan kesembuhan bagi orang sakit. Tujuan yang sering terucap dari bibir dari calon dokter. Tapi tidak lagi terdengar di saat mereka telah menjadi dokter. Apalagi dokter yang mapan.
          Memang salah satu pertimbangan Herman bertahan dengan Grice, kalau dia mau jujur, ialah karena kenyamanan ekonomi yang  bisa didapatnya di kemudian hari. Setelah dia tahu bahwa Grice adalah anak tunggal dari keluarga dengan kekayaan yang takkan habis hingga tujuh turunan, dia pun membuang semua kriteria yang pernah dia tetapkan berkenaan dengan gadis yang harus mendampinginya hingga usia renta.
          “Grice, kita belum waktunya bicarakan pernikahan. Kita belum begitu saling mengenal,” kata Herman terbata. Dia mencoba menghindari tatapan Grice.
          “Tak ada yang menghalangi. Orangtuaku suka sama kamu. Dan mereka juga siap membantu anak mantu mereka agar segera menjadi dokter. Tapi, aku tak bisa memaksa. Mungkin aku bukanlah gadis yang kamu impikan dan angankan selama ini.”
          “Bukan begitu, Grice. Aku…”
          “Sssst,” ucap Grice sambil menegakkan telunjuk didepan bibir Herman. Sekejab mata tangan Grice begitu cekatan menarik  Herman ke dekat dadanya. Herman direngkuhnya dengan erat. Yang terjadi selanjutnya silahkan tanya kepada kursi dan suasana remang-remang yang menjadi saksi mereka.

***

Tahun itu juga mereka menikah. Tahun berikutnya Herman dinobatkan menjadi seorang dokter. Sekarang dia menjadi dokter di Rumah Sakit Umum Malalayang. Berkat  campur tangan mertuanya dia bisa menghindari kewajiban mengabdi di daerah-daerah pelosok. Penghiantan terhadap kode etik dokter itu tak dihiraukannya. Dan sekarang dia telah menjadi kaya raya. Karena banyak tanah yang telah dibelinya dari orang-orang di desanya, dia kini menjadi pemilik tunggal dari berhektar-hektar tanah. Dia pun dijuluki tuan Takur. Tuan tanah.
Di usianya yang sudah senja dia membebaskan banyak biaya setiap pasien yang kurang mampu yang kebetulan berasal dari daerah di mana dia lahir. Dia juga membangun sebuah gereja yang megah di kampungnya dengan uang dari kantongnya sendiri. Mungkin itu untuk menebus akan penghianatannya yang dia lakukan sewaktu masih muda. Setiap pagi dia selalu berdoa, “Tuhan, biarlah aku damai dengan memberi uang untuk menyembuhkan sakit dan untuk membangun rumahMu.”
         
         
         

Riwayat Hidup Iswan Sual : Bukan untuk dipamerkan. Hanya untuk mengobati rasa penasaran orang lain.


CURRICULUM VITAE

Nama                       : Iswan Sual
Jenis kelamin            : Laki-laki
Tempat tanggal lahir  : Tondei, 12 April 1983
Agama                     : Kristen Protestan
Hobi                         : Membaca, menulis, berorganisasi
Alamat                      : Tondei Satu Jaga 4 Kecamatan Motoling Barat Kab. MINSEL Prop. SULUT
Pekerjaan                 : Tenaga pengajar (Honorer)
Riwayat Pendidikan :
·         SD Inpres Tondei                                             lulus                      1995
·         SMP Kristen Tondei                                        lulus                      1998
·         SMK Negeri 1 Amurang                                 lulus                      2001
·         Universitas Negeri Manado                           lulus                      2007
Pendidikan terakhir    :           S1 Sastra Inggris
Pengalaman organisasi:
Umumnya kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam organisasi yang diikuti adalah menyangkut perencananan, pelaksanaan, penggerakan, koordinasi, memfasilitasi dan mengevaluasi (fungsi-fungsi manajemen). Organisasi-organisasi yang dimaksud antara lain:
  • ·       Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa FBS UNIMA 2005-2007
  • Organisasi ini adalah organisasi pemerintahan mahasiswa di tingkat Fakultas. Dimana perannya, sebagai perencana, pelaksana dan pengevaluasi program yang merupakan program perpaduan dari beberapa jurusan dan program studi.
  • ·         Ketua Ikatan Mahasiswa UNIMA Minahasa Selatan 2007-2008
  • Organisasi Mahasiswa ini merupakan organisasi di tingkat kabupaten. Jadi, organisasi ini menaungi beberapa organisasi lainnya. Organisasi ini banyak melaksanakan program seperti bakti sosial yang turun langsung ke lapangan serta program peningkatan kapasitas anggota juga pendampingan kepada masyarakat di Minahasa Selatan.
  • ·         Ketua Himpunan Mahasiswa Pendidikan BahasaInggris 2004-2005
  • Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan antara lain menyelenggarakan kegiatan Lomba Pidato, Debat se-SULUT.
  • ·         Salah satu direktur English Debating Society UNIMA 2007
  • Saya diberikan tugas oleh teman-teman untuk merumuskan struktur dan uraian tugas serta deklarasi pendirian organisasi debat ini. Kegiatan-kegiatan organisasi ini antara lain: melakukan studi isu-isu regional, nasional, internasional dan melaksanakan latihan rutin seminggu sekali.
  • ·         Salah satu Koordinator Student Press Society FBS UNIMA 2007
  • Lembaga ini bergerak dalam bidang kewartawanan (jurnalistik). Sebagai wartawan kampus, untuk memperoleh berita, nyaris setiap hari bertatapan (wawancara) dengan orang-orang dengan berbagai karakter.
  • ·         Ketua Kerukunan Siswa MahasiswaTondei 2004-2005
  • Kegiatan-kegiatan dalam organisasi ini adalah antara lain melaksanakan penyuluhan, sosialisasi serta pendampingan kepada masyarakat berkenaan dengan kepentingan desa.
  • ·         Supervisor of English Department di International College Manado 2008-2009
  • Sebagai supervisor, saya turut serta dalam perekrutan (tes) calon tenaga pengajar.
  • ·         Direktur Humanizer College 2009
  • Yang dilakukan antara lain: merencanakan pendirian dan pengoperasian lembaga kursus.
  • ·         Ketua pemuda GMIM jemaat “Bukit Moria” TondeiSatu 2010-2014
  • Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan berupa latihan kepemimpinan, pendampingan dan pengembalaan.
  • ·         Ketua Harian Panitia Perkemahan Karya Pemuda Gereja Sinode GMIM di Tondei Satu Minahasa Selatan 2010
  • Sebagai ketua harian, kegiatan yang dilakukan adalah mengkoordinasi setiap seksi kepanitiaan sehingga terjadi keselarasan untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Kegiatan ini juga memungkinkan saya untuk berhubungan dengan pihak-pihak terkait (seperti Bupati, Gubernur dan lainnya) demi terselenggaranya kegiatan. Tujuan kegiatan ini antara lain: penguatan kapasitas pemuda GMIM.
  • ·         Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPMD)  Maret 2009-April 2010
  • Selama menjadi KPMD, saya melaksanakan fungsi antara lain: sosialisasi program, penggalian gagasan di jaga-jaga. Juga berusaha menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam PNMP.
  • ·         Sekretaris TPK PNPM Tondei Satu April 2010-Mei 2011
  • Selama menjadi sekretaris TPK saya melaksanakan tugas-tugas administratif. Juga menyosialisasikan laporan-laporan pelaksanaan program melalui papan informasi.

Pengalaman profesi:
Sejak masih kuliah telah terlibat dalam kegiatan mengajar. Lembaga-lembaga pendidikan yang pernah menjadi tempat mengajar antara lain:
  • ·         SMU NegeriPariangan Batu Sangkar Sumatra Barat 2007
  • ·         SMP Tabek Batu Sangkar Sumatra Barat 2007
  • ·         SMA Kristen Tomohon (kelas Remedial) 2007
  • ·         International College Manado & Tomohon 2008-2009
  • ·         Humanizer College Tondei 2009
  • ·         SD InpresTondei 2009
  •       Universitas Kristen Indonesia di Tomohon
  • ·         SMP Kristen Tondei 2009-sekarang

Pengalaman lainnya  :
  • ·         Peserta Pertukaran Pemuda Indonesia Kanada 2006-2007
  • Baik di fase Kanada maupun di fase Indonesia, kami melaksanakan kegiatan-kegiatan seperti: mempelajari budaya, memfasilitasi program sampai pada pemberdayaan masyarakat yang ujung-ujungnya adalah demi community development. Dan yang paling penting dari program itu adalah kami sebagai peserta Indonesia harus dapat mengajarkan hal-hal yang menyangkut seni budaya, pendidikan dan lain sebagainya kepada peserta counterpart (peserta dari Kanada). Dalam program itu kami memiliki kegiatan yang disebut Educational Activity Day, dimana secara berpasangan (dengan peserta Kanada) kami merencanakan suatu kegiatan tertentu. Lalu, melaksanakan/memfasilitasi peserta lainnya agar mendapat manfaat dari kegiatan tersebut.
  • ·         PesertaTemu Ilmu Budaya se-Indonesia di Universitas Negeri Makasar 2006
  •   Dalam pertemuan ini kami menggagas terbentuknya sebuah forum mahasiswa Ilmu Budaya Se-Indonesia.
  • ·         Panitia Seminar Internasional “Leadership in Community Development”  di Sumatra Barat 2007
  • Saya mendapat tugas menjadi fasilitatator di salah satu kegiatan.
  • ·         Peserta Latihan Kepemimpinan Pemuda Gereja di Raanan Baru 2009
  • ·         Peserta Latihan Kepemimpinan Pemuda Gereja di Tondei Satu 2011
  • ·         Peserta Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Tingkat Menengah yang dilaksanakan oleh PERMATA SULUT 2005
  • ·         Juri pidato Bahasa Inggris “Sualang Competition” yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Bitung di Minahasa 2007
  • ·         Interpreter/Tranlator dalam Pra-Sidang Gereja-Gereja Dunia di Leilem Sulawesi Utara 2005
  •   Selama seminggu saya menjadi penerjemah beberapa peserta (umumnya pendeta).
  • ·         Interpreter/Tranlator tamu Universitas dari Universität Georg-August Göttingen Jerman 2007
  •    Saya menjadi penerjemah dosen dan mahasiswa Jerman kepada mahasiswa UNIMA ketika mereka memberikan kuliah baik di dalam maupun di luar kampus.
  • ·         Pemateri dalam beberapa organisasi mahasiswa intra dan esktra kampus 2005-sekarang
  • ·         Pengawas UN tahun pelajaran 2010/2011 di SMP Negeri 2 Motoling 2011

Prestasi-prestasi:
  • ·         Juara 1 Mahasiswa Berprestasi (MAWAPRES) UNIMA 2006
  • ·         Juara 1 debat Bahasa Inggris UNIMA 2007
  • ·         Juara 1 debat bahasa Indonesia antar organisasi mahasiswa ekstra kampus 2007 (mewakili   IMAMINSEL)
  • ·         Semifinalis debat bahasa Inggris  universitas se-Indonesia Timur 2007

No. ponsel                   : 085240145651
Email                           : nawsilaus@yahoo.com